Adakah Metode dalam Pembelajaran yang Paling Sempurna ?
Metode pembelajaran yang telah ditemukan oleh
para pakar pendidikan tentu sudah diteliti, diujicobakan penerapannya. Semua mendeskripsikan kegiatan
belajar-mengajar daya upaya mencapai tujuan pembelajaran. Metode pembelajaran mendeskripsikan interaksi
antara guru dengan siswa dalam proses belajar. Metode pembelajaran mendeskripsikan pengalaman belajar siswa yang
berproses sehingga jelas pentahapannya. Dari metode dapat kita lihat
bagaimana pengalaman belajar siswa berkembang sehingga siswa menguasai
pengetahuan, meningkatkan keterampilan dan menguatkan sikap yang terbentuk
melalui proses belajar.
Tiap metode memiliki kebermaknaan tertentu
terhadap hasil belajar siswa. Namun semua bergantung pada guru juga yang
menggunakan metode. Bergantung pada keterampilannya menggunakan metode, bergantung
pada factor-faktor lain yang mendukung kegiatan pembelajaran. jadi semua metode
itu baik akan menjadi tidak baik kalau guru tidak tepat memilihnya dengan kompetensi
yang digunakannya
atau guru yang menerapkanya belum menguasai atau mendalaminya.
Penggunaan metode pembelajaran dapat dibagi
dalam dua kategori, yaitu, langsung dan tak langsung. Pengkategorian ini jika
diurai lebih lanjut keadaannya jauh sedikit lebih rumit daripada yang
dapat dilihat secara sepintas. Tiap metode pembelajaran memiliki kelebihan,
kekurangan, serta membutuhkan persiapan awal yang berbeda-beda. Kelebihan dan
kekurangan bisa juga secara alami karena terkait erat pada metode yang lain.
Guru perlu memiliki keterampilan khusus untuk mengaitkan tiap metode yang
digunakan untuk memudahkan siswa menyerap materi pelajaran atau melakukan
kegiatan yang telah dikemas oleh guru yang melakukan pembnelajaran.
Kita tahu pula bahwa metode pembelajaran
adalah “benar” untuk pelajaran tertentu. Itu sangat bergantung pada banyak hal.
Di antaranya, usia siswa, tingkat perkembangan siswa, pengetahuan yang sudah
siswa kuasai sebelumnya, di samping itu, bergantung pula pada materi yang
harus siswa kuasai, pada mata pelajaran apa, SK-dan KD apa, dan indicator
pembelajaran seperti apa, ketersediaan waktu, sumber belajar yang tersedia,
serta waktu belajar yang digunakan seperti pagi, siang, sore dsb.
Yang cukup menyulitkan guru adalah memilih
metode mengajar yang paling sesuai dengan kompetensi Dasar yang disampaikannya serta sesuai dengan harapan siswa seingga
dapat mengembangkan potensi belajarnya secara optimal. Siswa menyukainya karena
metode sesuai dengan gaya mengajar dan suasana belajar. Motivasi belajar siswa
meningkat karena siswa menyukai cara guru berinteraksi.
Sekali pun guru dapat memilih metode yang
paling sesuai, namun tak ada satu pun metode yang berhak mendapat julukan
terbaik. Oleh karena itu, guru perlu mempertimbangkan dan
menganalisis karakteristik khas tiap metode. Dengan memhami itu maka guru
terbantu memilih keputusan terbaik.
Apapun metode yang digunakan guru tetap
mengacu pada pendekatan yang
digunakan dalam kurikulum yang sedang berlaku sehingga metode
yang sudah sesuai akan dijiwai oleh pendekantan dan teori belajar yang
digunakan.
Dalam
era lahirnya peserta didi, lahirnya subyek pembelajaran sebagai pengganti siswa
atau murid maka semua metode harus diikuti sikap guru terhadaop siswa sebagai
subyek bukan obyek yang diajar lagi. Guru
sebagai motivator, fasilitator dalam pembelajaran harus selalu mengajak
siswanya untuk mengadakan refleksi terhadap proses yang telah dilaksanakan
dikaitkan dengankarakteristik pembelajaran efektif, pembelajaran bermakna,
pembelajaran berkualitas.
Di bawah ini terdapat sejumlah metode yang
sangat populer yang kami tampilkan
sebagai bukti tidak ada satu metode pun di dunia ini yang sempurna, pasti ada
kelebihan dan ada kekurangannya. Tugas guru adalah selalu siap- dan tanggap
untuk memnfaatkan kelebihan-kelebihan dan mencari solusi terhadap
kekurangan-kekurangan dari metode yang telah dipilihnya. Guru yang kreatif akan
mengagendakan persoalan-persoalan umum yang dihadapinya di lapangan guna
mencari solinya dengan tekni, strategi dan dan siasat yang dapat mengobati
segala macam penyakit dalam pembelajaran
yang telah dal akan dilaksanakannya.
Mari kita amati beberapa sampel hasil
pengamatan terhadap pelaksanaan beberapa metode sepert berkut ini:
A. Tatap
Muka (Directing Teaching)
Kelebihan:
1.
Memungkinkan mencapai target belajar yang
sangat spesifik.
2. Siswa
dapat mendalami mengapa materi yang dipelajarinya penting.
3. Siswa
dapat mengklarifikasi tujuan pembelajaran
4. Dengan
cepat dapat mengukur materi yang telah siswa kuasai.
5. Metode
ini digunakan secara luas oleh guru di mana pun
6. Baik
digunakan untuk menjelaskan fakta yang spesifik dan keterampilan dasar.
7. Dapat
membatasi kreativitas guru.
Kekuarangan:
1.
Memerlukan pengorganisasian materi pelajaran
dengan baik dan persiapan keterampilan komonikasi yang prima.
2.
Tiap tahap pembelajaran perlu dirancang dan
dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan.
3.
Dapat menghambat efektivitas pengembangan
keterampilan berpikir level tinggi dan sangat bergantung pada tingkat kesulitan
materi serta kompetensi guru.
4.
Materi
pelajaran harus dikemas dengan baik sebelum pelaksanaan pembelajaran
Yang
Perlu Guru Persiapkan:
Guru
harus memiliki pemahaman bekal ajar siswa sebelum pembelajaran di mulai,
memahami benar pengetahuan yang sudah siswa kuasai.
B. Belajar Bersama (Kooperatif Learning)
Kelebihan:
1.
Membantu meningkatkan keterladanan dan
tanggungjawab
2.
Didukung dengan riset dengan teknik yang
efektif.
3.
Siswa belajar bersabar, mengurangi mengkritik,
dan lebih toleran.
Kekurangan:
1.
seluruh
siswa bekerja optimal
2.
Siswa
cenderung sulit berbagi jawaban.
3.
Siswa agresif cenderung mengambil alih bicara.
4.
Siswa yang cerdas menunjukkan dominasinya.
Yang
Perlu Guru Persiapkan:
1.
Tentukan dengan jelas pengetahuan dan
keterampilan yang hendak siswa pelajari
2. Tentukan
siapkan dan tentukan persyaratan agar siswa dapat bekerja dalam kelompok.
C. Metode Guru
Kelebihan:
1. Materi
yang faktual dijelaskan secara langsung, dan logis.
2. Diperkaya
dengan inspirasi dari pengalaman guru
3. Bermanfaat
untuk kelompok belajar kelas besar.
Kekurangan:
1. Sangat
ditentukan oleh keterampilan bicara.
2. Siswa
selalu pasif.
3. Proses
belajar sulit diukur.
4. Komunikasi
satu arah.
5. Tidak
banyak mengapresiasi siswa
6. Tidak
diajurkan metode ini digunakan untuk siswa di bawah 5 tahun.
Yang
Perlu Guru Persiapkan:
1. Pembukaan
dan kesimpulan harus disiakan dengan jelas.
2. Efektivitas
pembelajaran berkaitan erat dengan waktu dan ruang lingkup materi dan siswa.
3. Sertai
dengan contoh dan humor.
D. Ceramah-Diskusi
Kelebihan:
1. Memberi
ruang kepada siswa untuk berpartisipasi, paling tidak setelah ceramah selesai.
2. Siswa
dapat ditantang bertanya atau mengklarifikasi.
3. Guru
dapat menyelingi ceramah dengan diskusi
Kekurangan:
1. Sedikitnya
waktu yang bersisa menjadi kendala diskusi.
2. Efektivitas
diskusi sangat bergantung pada ketepatan pertanyaan dan diskusi sehingga guru
harus berpindah atara menjelaskan dengan diskusi.
Yang
Perlu Guru Persiapkan:
1. Guru
harus menyiapkan pertanyaan yang akan memicu diskusi.
2. Guru
harus mengantisipasi tingkat kesulitan pertanyaan dan mesepon pertanyaan siswa
dengan tepat
D. Menghadirkan Pakar
Kelebihan:
1. Kehadiran ahli dari luar memberikan opini berbeda
1. Kehadiran ahli dari luar memberikan opini berbeda
2. Dapat memprovokasi dan menghangatkan diskusi
3. Seringnya mengundang pembicara yang berbeda
dapat memelihara minat siswa.
Kekurangan{
1. Kepribadian
pembicara membayangi keberhasilan dalam penyampaian materi.
2. Seorang
ahli belum tentu sebagai pembicara yang baik.
3. Materi
yang dibahas belum tentu sesui dengan yang siswa harapkan.
4. Tidak
cocok untuk siswa kelas dasar.
Yang
Perlu Guru Persiapkan:
1. Guru
sebaiknya menjadi salah satu panelis.
2. Guru
menyajikan ringkasan.
3. Guru
mengarahkan panel
Dari beberapa contoh
hasil pengamatan dan pengalaman dari metode di atas, penulis berpenghapan agar
semua guru tidak lagi memuilih metode yang terbaik
akan tetapi pandai memilih metode yang tepat
serta dapat menerapkannya secara efektif sehingga akan menghasilkan
pembelajaran yang efektif pula.
Sekedar Coretan dari: NURIL ANWAR,S.Pd. SMK NEGERI 10 MALANG
Comments