Hakekat Pendidikan sebagai Investasi SDM
Pendidikan pada dasarnya
merupakan suatu investasi SDM (human
capital investment) sehingga mampu menciptakan iklim yang memungkinkan bagi
setiap warga negara untuk turut andil atau berperanserta dalam penyelenggaraan negara dan pembangunan. Pelaksanaan
pendidikan harus dapat mengembangkan dan menyebarluaskan nilai dan sikap
produktivitas SDM melalui pengembangan dua kemampuan sekaligus, yaitu:
Pertama kemampuan teknis seperti
peningkatan penguasaan kecakapan, potensi dan keahlian yang seusia dengan
tuntutan masyarakat dan lapangan kerja yang berubah.
Kedua, kemampuan lain dalam
kaitan dengan budaya yang mendorong SDM untuk menjadi kekuatan penggerak
pembangunan , seperti wawasan,
penalaran, etos kerja, orientasi ke depan, kemampuan belajar secara terus
menerus, dan sejenisnya.
Kemampuan untuk mengembangkan kedua kekuatan SDM itu, pendidikan sebagai suatu investasi SDM memiliki fungsi yang paling menonjol yaitu sebagai sarana untuk memberdayakan masyarakat, yang pada gilirannya akan memberikan tingkat balikan yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonominasional secara berkelanjutan.
Ivestasi SDM berbeda dengan investasi sector fisik karena pada sektorfisik rentang waktu antara investasi dan tingkat baliknya lebih terukur (measurable) dalam jangka pendek. Investasi pendidikan lebih berjangka panjang, tingkat balikan terhadap investasi pendidikan tidak dapatdinikmati dalam ukuran waktu 1-2 tahun, melainkan belasan dan bahkan mungkin puluhan tahun.
Indikator-indikator manfaat pendidikan juga lebih halus dan tidak selalu tampak secara langsung bahkan mungkin tidakselalu dapat diukur, sehingga harus diamati melalui indikator-indikator yang tidak langsung.
Namun demikian, dengan semakin berkembangnya metode-metode dan alat ukur dalam analisis investasi pendidikan, makamanfaat pendidikan sudah mulai dapat diukur secara langsung, misalnya melalui pengukuran penghasilan seseorang, penghasilan negara, dan pajak yang diterima oleh negara relative terhadap biaya yang dikeluarkanuntuk investasi pendidikan.
Kemampuan untuk mengembangkan kedua kekuatan SDM itu, pendidikan sebagai suatu investasi SDM memiliki fungsi yang paling menonjol yaitu sebagai sarana untuk memberdayakan masyarakat, yang pada gilirannya akan memberikan tingkat balikan yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonominasional secara berkelanjutan.
Ivestasi SDM berbeda dengan investasi sector fisik karena pada sektorfisik rentang waktu antara investasi dan tingkat baliknya lebih terukur (measurable) dalam jangka pendek. Investasi pendidikan lebih berjangka panjang, tingkat balikan terhadap investasi pendidikan tidak dapatdinikmati dalam ukuran waktu 1-2 tahun, melainkan belasan dan bahkan mungkin puluhan tahun.
Indikator-indikator manfaat pendidikan juga lebih halus dan tidak selalu tampak secara langsung bahkan mungkin tidakselalu dapat diukur, sehingga harus diamati melalui indikator-indikator yang tidak langsung.
Namun demikian, dengan semakin berkembangnya metode-metode dan alat ukur dalam analisis investasi pendidikan, makamanfaat pendidikan sudah mulai dapat diukur secara langsung, misalnya melalui pengukuran penghasilan seseorang, penghasilan negara, dan pajak yang diterima oleh negara relative terhadap biaya yang dikeluarkanuntuk investasi pendidikan.
Karena sifatnya berjangka
panjang, maka investasi pendidikan memiliki rentang waktu (lead time) yang
panjang pula. Jarak antara waktu seseorang menjalani pendidikan dengan waktu ia
memasuki masa produktif dalam masyarakat dan lapangan kerja tidaklah pendek.
Dalam keadaan normal, rentang waktu ke depan seorang lulusan SMP adalah 9
tahun, sekolah menengah adalah 12 tahun, Sarjana (S1) sekitar 16 tahun.
Rentang waktu yang panjang tersebut itulah, maka investasi pendidikan
dituntut untuk lebih berorientasi ke masa depan. Investasi pendidikan dapat
dipandang sebagai suatu proses peningkatan nilai tambah dalamsektor-sektor produktif yang dapat memacu pertumbuhan secara tepat.
Nilai tambah tersebut dihasilkan dari keterampilan, dan keahlian yang diperoleh
seseorang dapat disumbangkan dengan derajat profesionalisasiyang semakin tinggi lagi. Sehingga, pada gilirannya akan semakin
memungkinkan bagi seorang SDM terdidik untuk dapat menghasilkan karya-karya unggul dengan mutu
bersaing sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dengan demikian peranan
pendidikan dalam menggerakkan pendapatan masyarakat dan negara dan memacu
pertumbuhan ekonomi.
Investasi SDM melalui pendidikan dapat dibedakan dengan berlandaskan pada tiga konsep dalam ekonomi publik, yaitu pendidikan sebagai barang dan jasa umum (public goods); pendidikan sebagai barang dan jasaproduktif (productive goods); dan pendidikan sebagai barang dan jasa Copied by :
Investasi SDM melalui pendidikan dapat dibedakan dengan berlandaskan pada tiga konsep dalam ekonomi publik, yaitu pendidikan sebagai barang dan jasa umum (public goods); pendidikan sebagai barang dan jasaproduktif (productive goods); dan pendidikan sebagai barang dan jasa Copied by :
capital (capital goods).
Ketiga konsep ini dapat dijadikan dasar untuk menentukan baik dalam penentuan prioritas pembangunan pendidikan, maupun dalam pembagian tanggung jawab investasi SDM melaluipendidikan antara pemerintah dengan masyarakat.
Ketiga konsep ini dapat dijadikan dasar untuk menentukan baik dalam penentuan prioritas pembangunan pendidikan, maupun dalam pembagian tanggung jawab investasi SDM melaluipendidikan antara pemerintah dengan masyarakat.
Pendidikan bermutu akan dapat
terwujud jika upaya pendidikan dapat membantu individu menjadi insane yang
produktif baik dalam arti menghasilkan barang atau jasa atau hasil karya
lainnya, maupun menghasilkan suasana lingkungan atau suasana hati serta alam
pikiran yang positif dan menyenangkan. Individu produktif seperti ini perlu
memiliki kemampuan intelektual, keterampilan, bersikap dan menerapkan
nilai-nilai berkenaan dengan berbagai bidang kehidupan.
Manusia produktif merupakan
wujud dari SDM yang berkualitas, merupakan manusia yang berkembang secara utuh
yang menyelenggarakan kehidupannya secara berguna bagi manusia lain dan
lingkungannya.
Manusia produktif adalah manusia yang mampu mengembangkan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan kesehariandan yang terkait dengan masa depan.
Pendidikan mengupayakan pengembangan segenap potensi individu secara optimal pada setiap tahap perkembangan, dan berperan aktif dalam pembentukan manusiaproduktif. Pengembangan ini akan dlengkapi dan meningkatkan pengembangan kemampuan intelektual dan keterampilan dengan pengembangan nilai dan sikap
Manusia produktif adalah manusia yang mampu mengembangkan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan kesehariandan yang terkait dengan masa depan.
Pendidikan mengupayakan pengembangan segenap potensi individu secara optimal pada setiap tahap perkembangan, dan berperan aktif dalam pembentukan manusiaproduktif. Pengembangan ini akan dlengkapi dan meningkatkan pengembangan kemampuan intelektual dan keterampilan dengan pengembangan nilai dan sikap
Comments